Pesan Ku

Jangan anggap pesan ku sebagai kewajiban. 
Biarkan, bahkan jika perlu diamkan. 
Aku tak pernah peduli cepat atau lamban kau menyampaikan balasan. 
Biarkan detik demi detik itu tumbuh menjadi sebuah rasa penasaran. 

Dan jika kau ingin tau seperti apa bentuknya.
Biar ku coba deskripsikan.
Tubuhnya tumbuh lebih tinggi daripada egonya,
aromanya lebih harum daripada namanya,
Akarnya mengakar lebih dalam daripada makna hidupnya,
dan jika kau mencoba untuk menghitung kelopak bunganya,
bahkan sepanjang usiamu tidak akan cukup untuk menampungnya. 

Sekali lagi pesanku bersifat tanpa pamrih,
tak mengharapkan balasan. 
Tenang. Sapaan ku tak seperti pesan atasan mu yg menagih janji deadline. 
Atau, seperti tuntutan kawan mu yg meminta seratusnya dikembalikan. 

Aku ingin pesan ku seperti sebuah rencana dari sekumpulan kawan yg mengajak mu liburan. 
Atau, seperti persetujuan dari dosen atas segala apa hal yg telah engkau kerjakan. 

Menggembirakan dan dinantikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengarsipan

Aku